Iceberg

'Tiap detik yang kau lalui, tiap nafas yang kau hembuskan akan selalu terjadi hal-hal yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya'.

Semakin bertambahnya umurmu, semakin banyak hal yang akan kau lalui, entah itu bahagia maupun sedih. Semuanya akan menjadi kenangan seiring dengan detik demi detik berganti.

Entah aku harts memulai darimana cerita ini, aku pun tidak tau harus menceritakan kisah kita yang mana. Terlalu banyak hal yang kita lewati walau dalam waktu yang singkat. Terlalu banyak hal yang kau berikan padaku bahkan hal-hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Kau mengajariku bagaimana itu dunia yang sesungguhnya. Kau menjungkirbalikkan duniaku, kau memberiku banyak pengalaman untuk lebih bersyukur dengan apa yang aku miliki sekarang, kau mengajariku untuk lebih menghargai orang entah siapa itu orangnya, entah apapun pekerjaannya, kau mengajariku untuk lebih berani mengambil keputusan yang besar. 

Mungkin benar katamu, aku bagaikan iceberg, hanya terlihat sedikit di permukaan tapi menyimpan banyak hal di lautan yang tidak terlihat. Tidak semua orang bisa mengenaliku dengan mudah, tidak semua orang bisa mendapat perlakuan yang special dariku, tidak semua orang bisa dengan mudah mendapatkan hatiku, tidak semua orang bisa tau sisi lain yang aku miliki, tapi kamu bisa. 

Pertama kali aku mengenalmu, aku merasa seperti menemukan cerminan di dalam diriku, aku merasa menemukan hal yang berbeda yang tidak pernah aku temui sebelumnya. Mungkin kita sama-sama menyimpan banyak hal, kenangan dan luka tapi tidak semua orang bisa mengetahuinya. Mungkin kita sama-sama pernah tersakiti oleh orang yang pernah ingin kita perjuangkan namun kita disia-siakan. Mungkin apabila aku bisa meminta, aku ingin dipertemukan denganmu lebih cepat sebelum kita sama-sama mendapatkan luka dari mereka. Mungkin apabila aku dapat meminta, aku tidak ingin menyakiti orang-orang yang terlanjur menyayangiku. Mungkin apabila aku dapat meminta, aku ingin bersamamu tanpa ada penghalang lagi diantara kita. Mungkin ini terlalu cepat untuk mengatakan bahwa aku menyayangimu, tapi aku tak bisa memungkiri bahwa aku tak terbiasa untuk tidak menemukanmu di setiap hariku. Aku tidak terbiasa bila tak menemukan senyummu di setiap hariku. Aku tidak terbiasa tanpa pelukmu dan ocehan konyolmu. Aku tidak terbiasa tanpa berdebat hal-hal yang tidak penting namun membuatku rindu. Aku tidak terbiasa untuk tidak bersamamu. 

Aku tidak ingin menyakiti siapapun, entah itu kamu, dia dan mereka yang menyayangiku dengan tulus. Andaikan aku dapat memilih dengan siapa aku bersama dan tanpa ikut campur orang lain dan adat yang mengikat, tentu tidak akan serumit ini jadinya.  Aku tidak membenci tempat dimana aku dilahirkan, tapi aku membenci tatanan adat yang mengikat dan tidak bisa memutuskan hal yang terbaik uituk kita berdua. Aku rindu untuk pulang tapi aku tidak ingin menetap dan hidup dengan hal-hal yang membatasi ruang gerakku. Aku ingin bebas untuk mengejar mimpiku, Aku ingin bebas untuk memilih orang untuk bersamaku menghabiskan hari. Aku ingin menghabiskan Senja bersama denganmu di teras rumah sambil menikmati secangkir teh dan bersenda gurau. Mungkin harapanku terlalu tinggi, tapi aku tak bisa memungkiri bahwa aku masih ingin bersamamu dalam bahagia dan sedihku.

Maafkan aku yang masih belum bisa memberikanmu kepastian, maafkan aku yang masih ingin mencari tempat berlindung yang tempat dan berpindah dari pemberhentian sementaraku. Maafkan aku yang belum bisa terikat pada satu komitmen yang mengekangku.

Untukmu laki-laki yang menemaniku di setiap harinya.  

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Iceberg"

Post a Comment