"Seberapapun kau mempersiapkan diri untuk menghadapi badai, tapi saat badai itu datang juga ternyata segala persiapanmu begitu terasa sia-sia"-unknown
Seberapapun kau mempersiapkan diri untuk berjalan sendiri meninggalkan zona nyamanmu dengan orang-orang terkasih demi cita-citamu kadang tidak selalu sesuai dengan apa yang kau harapkan. Kamu harus berjuang sendirian di tengah hiruk pikuknya kota yang belum kau kenal seluk beluknya. Kau tak bisa lagi bergantung pada orang-orang karena mereka punya kehidupannya masing-masing.
Terkadang hal terberat yang akan kau alami adalah berpisah dengan orang-orang terkasih seperti keluargamu, sahabat-sahabatmu dan juga kekasihmu. Kau harus bisa menahan rindumu untuk bertemu dengan mereka, kau harus bisa kuat melihat orang lain yang sedang bercengkrama dengan keluarganya sedangkan kau sendirian di kota orang. Kau harus belajar untuk membunuh kebosanan saat kau sendirian dan belajar untuk bersikap lebih dewasa untuk menghadapi orang-orang yang tidak sejalan dengan keinginanmu. Terkadang kau akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki pola pikir yang berbeda denganmu, kau akan bertemu dengan orang-orang yang menurutmu terlalu mementingkan dirinya sendiri tanpa peduli dengan kepentingan orang lain, dan terkadang kau akan menemui orang yang memiliki idealis yang sangat bertolak belakang denganmu. Kau harus pintar-pintar untuk memilih orang yang akan kau jadikan teman atau sahabat agar kelak kau tak akan tersesat di kota orang.
Terkadang saat tak ada yang dapat kau sebut rumah, kau hanya bisa merapalkan doa di depan bangunan megah-Nya untuk berkeluh kesah. Akan ada saatnya kau berada di dalam titik terendahmu, akan ada saatnya kau hanya ingin pulang dan menyerah dengan segala cobaan yang kau alami disini. Akan ada saatnya kau akan menangis semalam suntuk merutuki kebodohanmu yang tak bisa dengan cepat beradaptasi dengan lingkunganmu. Akan ada saatnya air matamu jatuh tanpa kau perintahkan, ia lolos begitu saja dengan mudahnya mengaliri pipimu. Akan ada saatnya kau merutuki dirimu sendiri karena ketidakberdayaanmu, kau sangat bodoh karena telah kalah dengan keadaan. Akan ada saatnya kau lelah untuk terlihat baik-baik saja di depan semua orang. Akan ada saatnya kau tak bisa lagi menyembunyikan sisi rapuhmu di depan semua orang.
Kau harusnya bisa lebih kuat untuk berdiri di atas kakimu sendiri dan mengatakan pada dunia bahwa kau bisa melewati segala rintangan yang ada. Kau tidak bodoh, kau hanya kurang memaksimalkan kinerja otakmu. Kau harusnya bersyukur telah sampai di tahap yang orang lain impikan, kau harusnya bersyukur karena diberi kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Kau harusnya bersyukur karena masi begitu banyak orang-orang yang mendukungmu saat kau jatuh dan merangkulmu untuk bangkit dan bergandengan saat bahagia. Mereka adalah harta yang tak ternilai harganya. Merakalah alasanmu untuk tetap berjuang dan menuntaskan apa yang telah kau pilih. Kau harus bertanggungjawab dengan semua pilihanmu, semua tergantung padamu karena hidupmu adalah pilihanmu.
Terkadang kau akan muak mendengar berbagai macam keluh kesah dari orang-orang di sekitarmu yang seakan hidupnyalah yang paling susah dan berat. Tapi, apakah mereka pernah berada di posisimu? Apakah mereka pernah dalam posisi orang lain? Mungkin iya, atau mungkin juga tidak. Suatu masalah besar atau kecil tergantung pada perspektifmu untuk menghadapinya dan menyelesaikannya. Mungkin bagi mereka masalah seperti itu sangat memberatkan hidupnya yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan cobaan yang lebih sulit lagi dari itu.
Terkadang hal terberat yang akan kau alami adalah berpisah dengan orang-orang terkasih seperti keluargamu, sahabat-sahabatmu dan juga kekasihmu. Kau harus bisa menahan rindumu untuk bertemu dengan mereka, kau harus bisa kuat melihat orang lain yang sedang bercengkrama dengan keluarganya sedangkan kau sendirian di kota orang. Kau harus belajar untuk membunuh kebosanan saat kau sendirian dan belajar untuk bersikap lebih dewasa untuk menghadapi orang-orang yang tidak sejalan dengan keinginanmu. Terkadang kau akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki pola pikir yang berbeda denganmu, kau akan bertemu dengan orang-orang yang menurutmu terlalu mementingkan dirinya sendiri tanpa peduli dengan kepentingan orang lain, dan terkadang kau akan menemui orang yang memiliki idealis yang sangat bertolak belakang denganmu. Kau harus pintar-pintar untuk memilih orang yang akan kau jadikan teman atau sahabat agar kelak kau tak akan tersesat di kota orang.
Terkadang saat tak ada yang dapat kau sebut rumah, kau hanya bisa merapalkan doa di depan bangunan megah-Nya untuk berkeluh kesah. Akan ada saatnya kau berada di dalam titik terendahmu, akan ada saatnya kau hanya ingin pulang dan menyerah dengan segala cobaan yang kau alami disini. Akan ada saatnya kau akan menangis semalam suntuk merutuki kebodohanmu yang tak bisa dengan cepat beradaptasi dengan lingkunganmu. Akan ada saatnya air matamu jatuh tanpa kau perintahkan, ia lolos begitu saja dengan mudahnya mengaliri pipimu. Akan ada saatnya kau merutuki dirimu sendiri karena ketidakberdayaanmu, kau sangat bodoh karena telah kalah dengan keadaan. Akan ada saatnya kau lelah untuk terlihat baik-baik saja di depan semua orang. Akan ada saatnya kau tak bisa lagi menyembunyikan sisi rapuhmu di depan semua orang.
Kau harusnya bisa lebih kuat untuk berdiri di atas kakimu sendiri dan mengatakan pada dunia bahwa kau bisa melewati segala rintangan yang ada. Kau tidak bodoh, kau hanya kurang memaksimalkan kinerja otakmu. Kau harusnya bersyukur telah sampai di tahap yang orang lain impikan, kau harusnya bersyukur karena diberi kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Kau harusnya bersyukur karena masi begitu banyak orang-orang yang mendukungmu saat kau jatuh dan merangkulmu untuk bangkit dan bergandengan saat bahagia. Mereka adalah harta yang tak ternilai harganya. Merakalah alasanmu untuk tetap berjuang dan menuntaskan apa yang telah kau pilih. Kau harus bertanggungjawab dengan semua pilihanmu, semua tergantung padamu karena hidupmu adalah pilihanmu.
Terkadang kau akan muak mendengar berbagai macam keluh kesah dari orang-orang di sekitarmu yang seakan hidupnyalah yang paling susah dan berat. Tapi, apakah mereka pernah berada di posisimu? Apakah mereka pernah dalam posisi orang lain? Mungkin iya, atau mungkin juga tidak. Suatu masalah besar atau kecil tergantung pada perspektifmu untuk menghadapinya dan menyelesaikannya. Mungkin bagi mereka masalah seperti itu sangat memberatkan hidupnya yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan cobaan yang lebih sulit lagi dari itu.
Dari seorang perantau pemula yang berusaha untuk mengejar mimpinya.
Belum ada tanggapan untuk "Merantau"
Post a Comment