Dear You, Ma not so pretty bitchy

Hari demi hari berlalu, hingga aku tak dapat lagi menghitung berapa hari aku telah berpisah denganmu. Aku tak bisa lagi mengingat dengan jelas setiap detail hal yang telah kita lalui bersama, mungkin karena kita tak terlalu banyak untuk menghabiskan waktu bersama. Kita terpisahkan jarak ratusan kilometer dengan perbedaan waktu. Aku baru saja menghirup matahari pagi, sedangkan kau baru bersiap dengan kegiatanmu.

Entah berapa hari kita lalui dengan komunikasi yang tak dapat dikatakan baik, aku tak tau begitu jelas dengan segala kegiatanmu disana, aku tak tau begitu jelas dengan apa yang kau alami disana karena keterbatasan kita untuk berkonumikasi. Aku tak begitu tau apa saja kebiasaan-kebiasaanmu, aku tak begitu tau setiap detail dari dirimu.

Katakanlah aku bukan wanita yang pengertian yang akan selalu sabar untuk menantikan setiap kabar yang akan kau berikan padaku. Katakanlah aku bukan wanita yang baik yang selalu mencoba hal untuk pelampiasan atas segala sepiku. Katakanlah aku hanya menutup mataku ketika ada orang yang dengan intensnya menghubungimu dan memberikanmu perhatian yang terlalu berlebihan sebagai seorang teman atau yang kau sebut adik.

Mungkin kita telah mencapai titik yang tidak bisa lagi untuk bertahan, aku lelah dengan segala tuduhan-tuduhan yang kau berikan. Kau tak pernah melihat bagaimana kerasnya aku untuk berbuat yang terbaik dan mengubah diriku untuk menjadi yang lebih baik lagi. Aku terlalu lelah untuk menghadapi sikap kekananmu padahal kau harusnya bisa jadi lebih dewasa dariku. Aku terlalu lelah untuk menghadapi sikap yang selalu mengungkit masa laluku tanpa tau alasan di balik itu semua. Aku terlalu lelah untuk selalu bersikap tegar tapi sesungguhnya aku butuh sandaran lebih dari yang kau tau. Kau hanya tau secuil tentang aku, tapi kau selalu mengambil kesimpulanmu sendiri hingga aku lelah untuk menjelaskan apa yang terjadi, aku juga punya kehidupanku sendiri. Hidupku tak hanya berotasi padamu, tapi juga ada teman-teman dan sahabat-sahabatku.

Mungkin aku memang menyakitimu, sangat menyakitimu. Tapi kau juga harus tau bahwa aku juga tersakiti jauh sebelum kau. Aku memang mengecewakanmu dan mengecewakan beberapa orang di sekitar kita. Tapi, bila dalam suatu hubungan sudah tak ada kecocokan lagi, apakah masih ingin tetap bertahan dengan ketidakcocokan itu? C'mon, we're still young to find our last destiny.

Sekarang kita telah menemukan jalan kita masing-masing, aku dengan pasanganku dan kau dengan pasanganmu. Walaupun kita tak lagi bisa menjadi seperti dua orang yang seperti dulu, tapi aku tak berniat untuk membangun tembok pemisah yang akan merusak semuanya.Kita jalani kehidupan kita selayaknya dengan pasangan kita masing-masing tanpa mengganggu hubungan satu sama lain.

Kau cukup memberikan perhatian yang lebih pada kekasihmu dan memberikannya pengertian yang lebih agar tidak bertingkah kekanakan dan cenderung sangat tidak elegan sebagai orang yang sudah memasuki legal age.  Tolonglah bertingkah sewajarnya dan menganggap masa lalu menjadi pelajaran bukan sebagai beban. Apakah aku terlalu mengusik hubungan kalian padahal aku disini hanya terdiam dan menjalani hidupku dengan sangat bahagia. Masih ada banyak hal yang harus aku pikirkan, perjuanganku disini tidaklah mudah. Aku sangat tidak ada waktu untuk memikirkan gadis kecil yang tidak bisa sadar pada dirinya sendiri. Apa aku terlalu menjadi saingan beratmu? Kalau kau mau bersaing denganku, setidaknya kau harus bisa melakukan apa yang aku lakukan dan meraih apa yang aku dapatkan dengan hasil kerja kerasku bukan hanya bisa menjudge seseorang tanpa kau tau bagiamana perjuangannya untuk mendapatkan apa yang kau lihat sekarang.

Sebelum kau berani mengusik hidupku, aku sarankan padamu untuk mengintrospeksi dirimu sebelum sisi burukku muncul di depanmu dan menyakitimu lebih dari yang bisa kau bayangkan bitch. Kau sudah mendapatkannya, dan apa sekarang? Kau jaga kekasihmu dengan baik, perlakukan dia dengan baik hingga dia takkan berpaling darimu. Perlakukan dia dengan baik hingga dia takkan melihat masa lalunya. Apakah kau tidak bisa melakukannya hingga dia masih saja menoleh ke belakang? Apa kau tak bisa menjaganya dengan baik? Bila tidak, belajarlah lebih keras tanpa mengusik kehidupan orang lain. Belajarlah dengan baik hingga kau tak perlu lagi bercerita ini itu pada orang hingga ada orang yang penasaran denganku. Sesungguhnya aku begitu kasihan kepadamu, karena aku menganggamu hanya sebagai pengikutku yang kau cari tau apa yang aku lakukan dan bisa mengkritiknya tanpa bisa bertindak apa-apa. poor you. Jangan hanya bertingkah seperti orang yang sangat bijak dengan menuliskan kata-kata positif dan motivasi tapi that's nothing without an action, right? Setiap hari menunjukkan pada dunia bahwa kau adalah orang yang terpositif padahal hal sebaliknya yang kau lakukan.
Sesungguhnya aku tak ingin membahas semua ini lagi. Tapi ini sudah yang kedua kalinya kau mengusik hidupku bahkan di bulan yang sama di tahun yang berbeda dengan tingkahmu yang menyedihkan.

Untukmu, orang yang mengusik hidupku dengan sesuatu yang sangat tidak penting





Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Dear You, Ma not so pretty bitchy"

Post a Comment