'Tuhan memberikanmu berberapa orang yang datang di hidupmu, entah itu untuk meberimu pelajaran atau orang yang ada di sampingmu entah apa yang terjadi padamu.'
Satu tahun bersamamu aku telah melewati berbagai hal yang bahagia maupun yang kelam di hidupku. Satu tahun ini pula aku banyak belajar darimu. Aku masih ingat bagaimana kamu behasil memutar balikkan cara pandangku akan suatu hal, kau melambungkanku dan tiba-tiba menjatuhkanku hanya untuk memberiku pelajaran tentang apa yang sebenarnya ada di hidup ini. Kau menyadarkanku akan ilusi yang ada di hidup ini, bahwa tidak semua hal yang kita lihat adalah nyata, tidak semua hal yang kita dengar adalah kebenaran dan tidak semua hal yang kita lakukan perlu pengakuan. Kau hanya perlu melakukan hal yang menurutmu terbaik dan melakukannya dengan ikhlas.
Entah bagaimana kita bisa sedekat ini, entah bagaimana aku bisa menemukan orang yang mampu menemani dan memahami setiap cerita yang aku ceritakan padamu. Kau selalu bisa menemaniku hingga aku lupa akan waktu. Kita bercerita hingga tak menghiraukan waktu dan orang-orang di sekitar kita and I love it so much.
Berawal dari bercerita di bawah langit senja di pinggir pantai sambil menikmati ice cream yang kita beli hingga menonton film horror tapi kita sama sekali tidak ketakutan, malah kita bercanda dan menertawakan si hantu yang harusnya kita takuti. Kita selalu punya cara untuk memandang suatu hal yang orang lain tak akan menyangkanya.
Berawal dari cerita dua orang yang merasa dirinya terjebak di kehidupan kampus yang mereka tidak inginkan sebelumnya hingga mereka sadar dan akhirnya berjuang untuk menuntaskan semua yang mereka sudah mulai. Mungkin hanya sedikit orang yang bagaimana kita sebenarnya tapi itu tak masalah bagiku, karena kita tidak perlu menjelaskan segala sesuatu kepada setiap orang atas apa yang kita lakukan. I enjoyed my life so much.
Aku mengekspresikan persaanku melalui tulisan, kau mengekspresikan perasaanmu melalui foto dan video. Aku lebih mengeluarkan langsung apa yang aku rasakan tanpa peduli dengan siapa dan apa yang ada di hadapanku, kau selalu menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan sesuatu. Aku selalu banyak punya rencana hingga aku tak bisa mengingatnya semua, tapi kamu punya beberapa rencana yang detail dan kau focus padanya. Aku terlalu menggampangkan segala sesuatu dan menghadapinya dengan cuek, kau selalu menghadapi sesuatu dengan serius dan perhatian. Banyak lagi perbedaan yang ada pada kita.Tapi kita punya mimpi yang sama, mimpi untuk membahagiakan orang-orang yang kita cintai dan kasihi. Kita selalu punya cara untuk membuat sesuatu menjadi canda dan tawa hingga mampu menghilangkan stress yang ada dimana-mana.
Satu tahun bersamamu aku bisa mengunjungi tempat-tempat yang tidak pernah aku kunjungi sebelumnya dan kita masih punya mimpi untuk mengunjungi banyak tempat bersama. Satu tahun bersamamu aku merasakan bagaimana berjuang untuk menyelesaikan masalah yang pelik, kita berjuang bersama untuk mengenyam pendidikan di salah satu universitas yang kita impikan. Tapi Tuhan mungkin punya rencana lain untuk kita. Kita dipisahkan oleh jarak dan waktu.
Beberapa bulan kita harus terpisahkan oleh jarak dan waktu. Beberapa bulan harus kita habiskan dengan bergantung pada kecanggihan teknologi tanpa bisa menyentuh satu sama lainnya. Terkadang aku merindukanmu, sangat sangat merindukan di pelukanmu dan bersandar di bahumu. Aku merindukan bagaimana kita bisa tertawa bersama tanpa ada jarak dan waktu yang memisahkan kita.
Aku bersyukur Tuhan telah mengirimkanmu untuk mengobati luka-luka yang aku bawa. Aku bersyukur telah menemukan orang yang bisa aku jadikan sandaran. Aku tidak suka untuk menunjukkan kelemahanku di depan orang, tapi aku bisa menunjukkan kelemahanku di depanmu. Kamu bisa memberikan kenyamanan yang tak pernah aku dapatkan sebelumnya.
Mungkin kita bukanlah pasangan yang romantis, but I love the way we are. Aku suka melihat kekonyolan demi kekonyolan yang kau buat, aku suka saat lawakanmu tidak lucu tapi ekspresimu berkata sebaliknya. Aku suka saat kau memelukku erat saat kita harus berpisah. Aku suka saat kau tiba-tiba mengirimkan foto dengan wajah yang lucu untuk meningkatkan moodku. Aku suka kau bisa membuatku tersenyum dan kadan tertawa saat membawa rangkaian kata-kata absurb yang kau kirimkan setiap harinya. Aku tak tau lagi harus menceritakanmu seperti apa. Terlalu banyak hal yang kau punya hingga tak akan ada habisnya bila aku menjadikanmu bagian dari tulisanku.
Happy first anniversary dear, I hope we can celebrate it every year till the end. I'm missing you so much. See you next month and we'll celebrate it together.
Belum ada tanggapan untuk "Our First Year Journeys"
Post a Comment