Rindu itu tidak berat, yang berat itu menahan rindu yang tak kunjung tersalurkan. Jawaban dari "aku rindu kamu' itu bukan 'aku juga rindu kamu' tapi tindakan yang akan membuat rindumu menguap karena sebuah pertemuan, pelukan maupun hanya sekedar berbalas tawa.
Terkadang secara sadar maupun tidak, kau menenang kejadian-kejadian yang telah kau lalui sebelumnya. Mengenang itu wajar, manusiawi. Tapi yang tidak wajar adalah saat ada keinginan untuk kembali ke masa-masa yang telah lewat itu. Manusia memang selalu suka dengan sesuatu yang membuatnya bahagia, termasuk dengan selalu berandai-andai untuk kembali ke masa dengan kenangan yang bahagia. Tapi sadarkah kau dengan semakin kau berandai-andai untuk kembali ke masa itu, kau telah menyia-nyiakan waktumu untuk membuat kenangan baru tuk masa depan?
Mungkin sebagian orang menyadarinya dan selalu bertindak tak acuh pada kenangan masa lalu yang dia alami. Namun, sebagian orang masih selalu ingin berada di masa lalu dan tetap berkubang di lubang yang sama dan selalu menyalahkan waktu yang membuat kenapa masa ini tak seindah dengan masa lalu? Sang waktu tak akan menunggumu untuk bergerak, dia akan berjalan dengan sendirinya tanpa meminta izin padamu untuk bergerak. Dia berlalu sesuka hatinya dan menuntumu untuk ikut bergerak dengannya atau tetap diam dan meratapi semua yang telah terjadi padamu.
Sekarang rindu itu bukan lagi perkara tidak bisa menyalurkannya dengan bertemu, namun rindu itu sekarang perkara keadaan yang telah berubah. Kau bisa saja bertemu dengannya dan mengucap rindu, tapi apakah kau tak berpikir tentang hal yang mungkin saja terjadi setelahnya? Kau bisa saja menyakiti orang-orang yang sebenarnya tak ingin kau sakiti, but you did.
Meski kini kita telah bersama dengan pasangan kita masing-masing, setidaknya kita bisa bersahabat sebagai orang yang telah dewasa dan menjadikan masa lalu kita sebagai sebuah hadiah dari sang waktu saat kita bersama. Meski sepertinya kita tak mungkin bersama lagi setidaknya aku bahagia telah diberikan seorang untuk mendampingi hidupku dan kaupun begitu. Aku tak akan membandingkanmu dengan dia karena terlihat aku terlalu egois dan tidak menghargainya sebagai pasanganku kini. Aku berharap kita masih akan terus bersahabat hingga nanti.
Untukmu, seseorang yang dihadiahkan oleh sang waktu untukku
Belum ada tanggapan untuk "Rindu itu Tidak Berat"
Post a Comment