Mawar dan senja adalah dua keindahan favoritku. Aku menyukai mawar karena di balik keindahannya dia menyimpan duri untuk pertahanan dirinya. Begitupun kamu yang seharusnya memiliki cara untuk mempertahankan dirimu di balik keindahan yang terpampang. Wanita bisa diibaratkan seperti mawar, indah hanya pada waktunya. Orang-orang banyak mencarinya ketika dia masih segar, memancarkan warna dan keharumannya, tapi siapa yang peduli ketika satu per satu kelopaknya berguguran dan warnanya memudar? Tidak ada. Bunga yang telah layu hanya akan berakhir pada tempat sampah tanpa ada yang peduli bagaimana rupanya ketika masih segar usai dipetik.
Ketika kau mencintai wanita hanya karena rupanya saja, lama-kelamaan kau akan bosan. Kau pasti akan menemukan wanita yang lebih cantik, memiliki tubuh yang lebih indah dan itu takkan ada habisnya. Kau tidak akan pernah puas karena pasti akan ada yang lebih dan lebih lagi. Lelaki terlalu menggunakan visualnya dan wanita terlalu menggunakan pendengarannya, hal itulah mendorong lelaki untuk berbohong dan merangkai kata-kata indah untuk wanitanya hingga dia lupa untuk mengungkapkan kebenaran yang terjadi, di sisi lain manita terlalu sibuk untuk merias wajahnya untuk memikat laki-laki hingga dia lupa bahwa dia memiliki keunikan tersendiri. Dia lupa menyadari bahwa dirinya sangat berarti dan tidak pantas untuk disia-siakan.
Terkadang kau terlalu sibuk dengan kata 'what if' tanpa melakukan tindakan apapun, kau terlalu sibuk untuk berangan-angan hingga kau lupa dengan kehidupanmu sekarang. Kau terlalu berkubang dengan masa lalumu atau kamu terlalu khawatir tentang hal yang belum terjadi. Kau lupa untuk melakukan hal-hal yang berguna karena tetap meratapi penyesalan masa lalu yang tidak mungkin kau ubah lagi, biarkanlah semuanya menjadi pelajaran untuk menambah pengalaman hidupmu. Kau lupa menikmati masa sekarang karena kau terlalu khawatir dengan masa depanmu, kau terlalu banyak berencana ini dan itu tanpa melihat ada peluang yang bisa kau lakukan hari ini, tanpa menunggu masa depan.
Dan senja, aku terlalu menggilai senja. Karena senja selalu membawa ceritanya tersendiri, senja tidak selalu indah dan senja yang mengajarkan bahwa semuanya memiliki waktunya tersendiri. Senja yang tidak lama, mengajarkanku untuk menghargai setiap detik kebersamaan, setiap momen yang terjadi dan berfokus kepada apa yang sedang terjadi. Bukan yang telah ataupun belum terjadi. Senja seakan mengatakan padaku bisa saja itu adalah senja terakhir yang akan kita lalui bersama.
Senja tidak selalu indah, terkadang keindahannya tertutupi oleh gumpalan awan kelabu, sama seperti hidup kita yang tidak selalu berjalan mulus, tentu saja akan ada kerikil-kerikil yang menusuk kakimu. Tentu akan banyak rintangan-rintangan yang menghadang kebahagiaanmu, tapi tenanglah semua akan indah pada waktunya.
Dan senja kali ini aku habiskan dengan menatap langit jingga ditemani dengan pasir-pasir yang menempel di kakiku, sesekali aku menikmati ombak yang menyapaku malu-malu. Ku sandarkan kepalaku di bahumu, kupejamkan mata dan mulai berharap aku bisa melewati setiap senja seperti ini.
Belum ada tanggapan untuk "Mawar dan senja"
Post a Comment