You are like a maze

Berekspetasi lebih itu perlu, karena untuk menjadi sebuah ukuran impian kita, seberapa tinggi mimpi kita, jika gagal menggapai ekspetasi kita, kita tak akan merasa sakit, tapi kita tau, kita sudah melampaui batas kita yg terstandartisasi oleh sosial yg mengelilingi kita.

Mungkin untuk sebagian orang yang optimis dalam hidupnya selalu memberikan ekspektasi-ekspektasi tertentu untuk pencapaian hidupnya. Namun ada sebagian orang yang tidak ingin  berekspektasi terlalu tinggi untuk menghindari kekecewaan yang tinggi pula. Terkadang untuk menghindari kecewa tersebut, kita membuat benteng pertahanan diri dengan menyembunyikan bagaimana kau sebenarnya, kau menutupi bagaimana rapuhnya kamu dengan membuat dirimu setegar mungkin di hadapan orang lain. 

Namun, kau hadir mengatakan luka tidak akan pernah membunuhmu, luka hanya membiasakanmu menghadapi hal yg lebih kejam lagi. Konsep luka hanya timbul dari diri kamu sendiri dan kamu yang membuat luka itu sendiri, selama kamu menanamkan kamu tak pernah terluka, maka luka itu tak akan pernah hadir. Bukan luka yang mengubah seseorang, tapi orang tersebut yang memutuskan untuk berubah, luka tak pernah membuat orang berubah, hanya kehendak dari dirinya sendiri yng membuat ia berubah. 

Mungkin kau benar atau mungkin kau juga salah, tergantung dari perspektif mana kau melihat luka itu. Kita tidak akan pernah tau seberapa tangguhnya kita bila tidak dihadapkan dengan masalah-masalah atau luka yang membekas. Tidak akan ada manusia dewasa tanpa air mata dan luka yang menganga dalam dirinya. Tidak akan ada manusia tangguh tanpa dijatuhkan dan diberikan pilihan yang sangat berat di hidupnya. 

Katamu, kamu tidak mengaharapkan jodoh, tapi orang yang tepat untukmu. Kamu telah menemukan dia yang menurutmu tepat namun dia masih saja tak mengetahui perasaannya sendiri. Kamu bertanya apakah perasaan membutuhkan alasan untuk menyukai seseorang? Apakah lisan bisa mengungkapkan keindahan perasaan ketika menyukai? Apakah sinar mata tidak cukup untuk menjawabnya. Apakah pelukanku tak cukup untuk menjawab semua pertanyaan yg ada di pikiran kamu. Apakah semua itu tak cukup membuktikan semuanya? 

Pertanyaanmu sederhana, namun dia tak mampu menjawabnya, dia terlalu bingung dengan perasaan yang dia miliki. Terlalu banyak beban, terlalu banyak ikatan dan terlalu banyak tekanan. Mungkin kau sudah mengetahui itu semua, mungkin kau lebih mengenal dia daripada dirinya sendiri. Mungkin kau bisa merasakan sorot matanya yang menyimpan luka mendalam dibalik canda dan tawanya. Mungkin hanya beberapa orang saja yang mengetahui bagaimana lukanya, dan salah satunya adalah kamu. Tidak mudah untuk mengetahui apa yang berada di balık topeng itu, tapi kau tau. 

Bahagianya sederhana, sesederhana dia menikmati eskrim di tengah malam dengan canda dan tawa yang kau berikan padanya. Rangkulan, pelukan dan kecupan di dahinya sudah membuatnya bahagia. Kau tak perlu memberikannya barang-barang mewah, kau tak perlu mengajaknya makan malam di restoran mahal, kau hanya perlu memberikan waktu yang berkualitas padanya tanpa handphone yang mengganggu, kau hanya perlu memberikannya perhatian sederhana dan membuatnya bahagia. 

Yang terpenting itu bukanlah kemana tujuanmu pergi, tapi dengan siapa kau pergi. Yang terpenting itu bukanlah seberapa mahal tempat untuk mengajak dia makan malam, tapi seberapa kau mengubah tempat yang sederhana menjadi hangat dengan percakapan-percakapan kalian. Yang terpenting itu bukan seberapa sering kau mengucap kata cinta padanya, tapi yang terpenting itu adalah seberapa besar tindakanmu untuk memperjuangkan cintamu padanya. Dan yang terpenting adalah membangun hubungan di dunia nyata, bukan di dunia maya. 


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "You are like a maze"

Post a Comment