Dua sisi mata pisau

'Seerat apapun kau menggenggam sesuatu, bila memang bukan untukmu, dia akan pergi dengan sendirinya.'

Mungkin ada yang mengatakan bahwa 'bila kau tak takut untuk kehilangan dia, mungkin cintamu tidaklah besar.' Bisa saja kalimat tersebut benar atau bisa saja salah. Menurutku tidak ada yang salah dalam mengungkapkan seberapa besar kau mencintai seseorang selama masih dalam batas wajar. Setiap pasangan tentu saja menginginkan hal yang terbaik untuk hubungannya, setiap pasangan tentu tidak ingin kehilangan dan mendapatkan luka. Tapi hal yang menjadi masalah adalah ketika rasa takutmu itu berlebihan dan perlahan menorehkan luka-luka tak kasat mata.

Perlahan kau bersembunyi di balik kata 'aku terlalu mencintainya dan tidak mungkin bisa melanjutkan hidupku tanpa dia' tapi pernahkah kau mencoba untuk sejenak menjauhkan dirimu darinya? apakah kau mati bila dia tidak ada di sampingmu? Terkadang logika telah dilumpuhkan oleh perasaan yang tanpa kau sadari merongrong kesehatan hati dan jiwamu. Kau tentu saja pernah jatuh cinta beberapa kali pada orang yang berbeda, kau tentu pernah tersakit oleh mereka yang dulu kau pernah cintai dan perlahan kau tentu saja bisa melepaskan mereka dan menjalin hubungan yang baru dengan orang yang baru.

Hidup tidak hanya tentang kau dan dirinya, jangan abaikan semesta yang merencanakan sesuatu untukmu. Semesta akan mengirimkan orang yang terbaik untukmu, bila dia menghilang dari hidupmu berarti dia bukanlah orang yang terbaik untukmu. Terkadang kita terlalu lupa dan diselimuti ketakutan yang berlebihan untuk kehilangan, padahal di sisi lain semesta telah memiliki skenario untukmu.

Cinta bagaikan dua sisi mata pisau, ketika dua orang bertahan untuk cinta, mereka akan saling membahagiakan dan menyakiti satu sama lainnya. Dalam hubungan tentu saja mengalami masa-masa indah dan masa-masa kelam bersama. Tapi, bagaimana dengan hubungan yang stagnant? Hubungan yang monoton dan tidak terjadi sesuatu yang berarti. Apakah kau akan mempertahankannya atau melepaskannya? Menurutku mempertahankan hubungan yang stagnant sama saja seperti menunggu bergantung pada sehelai rambut, menunggunya putus dan kau akan jatuh.

Mempertahankan seseorang sembari melukainya pada waktu bersamaan tentu bukanlah hal yang baik. Kau hanya memiliki dua pilihan yang akan kau perankan, terlukai atau melukai. Aku memilih untuk memerankan yang kedua, bisa kau katakan aku egois tapi aku lebih menyayangi diriku yang dulu pernah aku sia-siakan karena memperjuangkan orang yang tak pantas diperjuangkan.

Aku tidak ingin memerangkapnya dengan asumsi dan kondisi yang aku alami, aku tidak ingin mengungkung dia dalam sangkar dan melarangnya untuk terbang menggapai mimpinya. Aku tidak ingin menjadi penghalangnya untuk membentangkan sayapnya. Mungkin dia akan lebih baik bila terbang sendirian tanpa aku yang menjadi bebannya.

Begitu banyak hal berat yang harus kau putuskan dalam hidup, salah satunya adalah melepaskan seseorang yang kau cintai dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Tidak akan ada lagi orang yang mendengarkan hal-hal remeh yang terjadi di harimu yang melelahkan, tidak akan ada lagi orang yang tertawa setiap kali kau melakukan hal-hal konyol karena kecerobohanmu, tidak akan ada lagi orang yang berdebat denganmu tentang pandangan hidup kalian yang terkadang berbeda, tidak akan ada lagi orang yang memberimu pelukan hangat saat kau membutuhkan tempat untuk bersandar. 

Namun, seberat apapun itu keputusan harus kau ambil, jadilah pemberani walaupun luka yang kau dapatkan tidaklah sedikit. Hanya orang yang tidak mencintai dengan tulus yang tidak merasakan sakit saat berpisah. Kamu akan berada pada posisi terombang ambing saat kau memutuskan untuk melepaskan genggamanmu dan berjalan ke arah yang berbeda. Tanah liat harus merasakan bagaimana rasanya api ratusan derajat hingga menjadi keramik yang indah.

Tidak ada yang lebih melegakan dari membuang racun di dalam tubuhmu, jangan membiarkan racun itu tumbuh, berkembang dan menyerang semua sel-sel tubuhmu bila kau tak ingin cepat meninggalkan dunia ini. Segera lepaskan racun itu, kau tidak berhak untuk memerangkapnya di dalam hidupmu, begitu pula kamu yang pantas untuk mendapatkan orang yang lebih baik darinya,

Terkadang orang akan bertanya padamu kenapa kau rela melepaskannya padahal kalian terlihat cocok dan baik baik saja. Ingatlah, yang menjalani hubungan itu adalah kalian berdua, yang merasakan bagaimana rasakan adalah kalian bukan mereka. Jangan terpengaruh dengan segala ucapan yang mereka lontarkan tanpa pernah berada di posisi kalian. 

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Dua sisi mata pisau"

Post a Comment